Kimia Medisinal 7

Banyak obat mengandung satu atau lebih pusat kiral (pusat asimetri) atau pusat ketidakjenuhan. 

Bentuk kiral (enansiomer) suatu obat mengandung jumlah dan jenis pengelompokan atom yang sama 

satu sama lain. Perkembangan terkini dalam metodologi untuk resolusi analitik dan preparatif dari

campuran obat rasemat dan peningkatan pengembangan obat yang dirancang untuk berinteraksi dengan

target yang dapat dijelaskan dalam detail atomik telah merangsang minat yang cukup besar dalam aspek

stereokimia obat.

Link youtube :https://youtu.be/b22FoJeX6zU

Komentar

  1. Didalam video ada contoh struktur dari obat antidepresan dimana ada obat yang memiliki satu atau lebih pusat kiral. Pertanyaan saya bagaimana perbedaan streteokimia(pengikatan obat) pada obat antidipresan dengan satu pusat kiral dan antidepresan dengan pusat kiral lebih dari satu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam lingkungan achiral, enantiomer obat kiral memiliki sifat fisik dan kimia yang identik; tetapi dalam lingkungan kiral, satu enansiomer dapat menampilkan perilaku kimia dan farmakologis yang berbeda dari enansiomer lainnya. Tubuh manusia terdiri dari elemen kiral, akibatnya adalah pemilih kiral yang paling kompleks, yang menjelaskan respons farmakologis yang berbeda atau beragam terhadap enansiomer yang berbeda.

      Hapus
  2. Stereokimia memiliki hubungan dengan aktivitas biologis suatu obat. Lalu bagaimana jika suatu obat yang ketika diminum namun gagal atau tidak didapati aktivitasnya. Apakah ini karena adanya pengaruh dengan stereokimia saja? Atau ada faktor lain yang mempengaruhi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sifat fisika dan kimia (stereokimia) suatu obat dapat mempengaruhi aktivitas biologi. Kedua sifat ini ditentukan oleh struktur kimianya, dengan demikian aktivitas obat dapat dipengaruhi oleh kekhususan/kespesifikan struktur suatu obat. Kekhususan/kespesifikan struktur suatu obat terbagi menjadi 2 jenis.
      Obat yang berstruktur tidak spesifik.Obat yang bekerja secara langsung dan tidak tergantung struktur kimianya, kecuali bahwa struktur kimia mempengaruhi sifat fisikokimianya. Aktivitas biologi obat dengan struktur tidak spesifik banyak disebabkan oleh sifat fisika molekul obat seperti kelarutan, derajat ionisasi, aktivitas permukaan dan termodinamika.
      Obat yang berstruktur spesifik. Obat-obat yang aktivitas biologinya disebabkan oleh sifat kimianya dan kerja obat ditentukan oleh interaksi langsung antara obat dengan reseptor atau akseptor spesifik. Aktivitas biologi dihasilkan dari struktur kimia yang beradaptasi dengan struktur reseptor membentuk kompleks.

      Hapus
  3. Bagaimana stereokimia memberikan pengaruh dalam ikatan reseptor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum ikatan yang terjadi antara obat dengan
      reseptor merupakan ikatan non kovalen yang lemah.
      Akibatnya, efek yang dihasilkan bersifat reversibel. Oleh
      karena hal tersebut, obat menjadi tidak aktif ketika
      konsentrasinya dalam cairan ekstraseluler menurun. Sering
      kali, efek obat diharapkan mampu berlangsung selama jangka
      waktu tertentu hingga efek farmakologisnya berakhir. Pada
      obat-obat stimulan SSP dan depresan, durasi efek yang
      diperlama bisa berakibat negatif. Kadang kala kita
      menginginkan efek obat berlangsung lama dan bahkan
      bersifat irreversibel. Contoh obat-obat yang diharapkan
      mempunyai efek tersebut antara lain adalah agen-agen
      kemoterapi. Agen kemoterapi merupakan suatu obat yang
      berefek secara selektif pada organisme asing atau sel tumor
      untuk membentuk komplek obat-reseptor yang bersifat
      irreversibel sehingga efek toksik obat bisa berlangsung lama.
      Untuk kasus ini diperlukan suatu ikatan kovalen.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 10

Metode Farmakologi 3