Metode Farmakologi 5
Link youtube materi pertemuan kelima "Konseptual tentang Skrining virtual obat potensial untuk Covid 19 : Virtual Screening Senyawa Flavonoid Tanaman Obat Indonesia Sebagai Inhibitor Protein Spike SARS- CoV-2 Pasien Indonesia Molecular Docking and Virtual Screening Based Prediction of Drugs for COVID-19".
Daun Tempuyung adalah salah satu tanaman yang mengandung flavonoid yang memiliki efek imunomodulator yang berguna untuk meningkatkan sistem imun dalam mencegah dan menghadapi situasi covid-19. Sel yang terlibat dalam sistem imun dalam tubuh adalah sel T yang dihasilkan oleh timus dan sel B yang dihasilkan di sumsum tulang belakang. Perkembangan dan aktivitas dari sel T dapat distimulasi dengan cara penambahan suatu imunomodulator. Imunomodulator adalah substansi yang dapat membantu memperbaiki fungsi sistem imun.
dari video tersebut dapat saya simpulkan bahwa ekstrak dari daun tempuyung yang mengandung senyawa flavonoid tersebut dapat digunakan sebagai immunomodulator yang mana dapat meningkatakan produksi leukosit sebagai penanganan virus covid-19.
BalasHapusdari literatur yang saya baca, dalam proses ekstraksi sblm dilakukannya proses penentuan kadar flavonoid, dilakukan ekstraksi dengan metode eksreaksi refluks bertingkat, sedangkan metode ekstraksi yang digunakan pada uji ini yaitu dengan ekstraksi cara panas yaitu metode refluks dengan pengulangan dua kali.
mengapa demikian? apakah ada pengaruhnya terhadap proses selanjutnya?
Ekstraksi pada jurnal pembanding dilakukan menggunakan metode refluks secara bertingkat karena menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolaran yaitu n-heksan, etil asetat dan etanol. sedangkan pada jurnal acuan digunakan ekstraksi reflux pengulangan dua kali karena hanya menggunakan satu pelarut saja.
Hapusbaiklah itu artinya ada perbedaan pada penggunaan pelarut dalam metode ekstraksi tersebut sehingga pada sumber penyaji menggunakan ekstraksi refluks secara berulang yaitu hanya menggunakan satu pelarut saja
Hapuskemudian dijelaskan bahwa proses pengujian dengan metode ordon dilakukan dengan cara Sampel dan standar dilarutkan dalam metanol ditambahkan AlCl3 2% dalam etanol 95% dengan perbandingan volume 1:1, diinkubasi selama 1 jam, absorbansi diukur pada panjang gelombang 420 nm menggunakan spektrofotometer ultraviolet- sinar tampak
pada literatur yg saya dapatkan yaitu pengujian pada flavonoid dengn metode ordon juga melakukan hal yang sama namun berbeda pada konsentrasi etanol yakni pada literatur yang saya dapatkan menggunakan etanol 96%
mengapa demikian? apakah ada pengaruhnya terhadap hasil nantinya?
Pada jurnal acuan digunakan pelarut etanol 95 % dikarenakan dapat melarutkan senyawa antioksidan lebih banyak sehingga dapat menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi pula. Adanya tingkat polaritas dapat mengakibatkan adanya perbedan senyawa yang terlarut termasuk senyawa yang dapat bersifat sebagai antioksidan.
Hapusbaik,artinya perbedaan tersebut dapat mengakibatkan adanya perbedaan senyawa yang terlarut dan etanol 95% dapat melarutkan senyawa antioksidan lebih banyak sehingga dapat menghasilkan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan jika kita memakai etanol 96%.
Hapuslalu dikatakan pada video, kadar flavonoid dihitung terhadap kurva kalibrasi terhadap kuersetin sebagai pembanding
pertanyaan saya, mengapa dipakai kuersetin tersebut sebagai pembanding?
Digunakan kuarsetin sebagai larutan standar karena kuersetin merupakan
Hapusflavonoid golongan flavonol yang mempunyai gugus keto pada C-4 dan memiliki gugus hidroksil pada atom C-3 atau C-5 yang bertetangga dari flavon dan flavonol
baik, jadi kesimpulannya mengapa dipakai kuersetin sebagai pembanding itu karena kuersetin ini masuk kedalam golongan flavonol dengan gugus keto pada c-4 dan memiliki gugus hidroksil pada atom c3 atau c5 yang bertetangga dari flavon dan flavonol
BalasHapus