Kimia Medisinal 10
Pertemuan sepuluh tentang " Hubungan Struktur, Sifat Fisika Kimia, dan ADE (Absorpsi, Distribusi, Eksresi)"
Kelarutan dan laju disolusi obat pada saluran gastrointestinal merupakan parameter dalam mengendalikan absorpsi dan bioavaibilitas obat. Obat yang sulit larut air dan disolusi rendah dalam cairan gastrointestinal akan menghasilkan bioavaibilitas oral rendah sehingga peningkatan kelarutan dan laju disolusi menjadi tantangan. Salah satu upaya mengatasinya adalah dengan menurunkan ukuran partikel, tapi partikel kecil yang terbentuk berpotensi membentuk aglomerasi dan agregasi.
Link youtube : https://youtu.be/ozhYHk7PwGc
Divideo dijelaskan bahwa obat yang larut dalam air yang dapat menembus membran sel dan mencapai target aksi obat, namun sumber yang saya dapatkan menjelaskan bahwa obat yang tidak terion atau bersifat lipofilik yang dapat menembus membran sel, dengan hal ini bagaimana anda dapat menjelaskannya dengan sumber yang anda miliki?
BalasHapusSelain itu bagaimana kita dapat mengetahui ukuran partikel tersebut dapat menyebabkan aglomerasi seperti melalui proses yang bagaimana? Apakah ada hubungannya dengan teknik maupun bahan aktif dan tambahan?
ada dua hal utama yang membuat nanopartikel berbeda dengan material sejenis dalam ukuran besar (bulk) yaitu : (a) karena ukurannya yang kecil, nanopartikel memiliki nilai perbandingan antara luas permukaan dan volume yang lebih besar jika dibandingkan dengan partikel sejenis dalam ukuran besar. Dengan pengadukan yang terus-menerus, aglomerat menjadi lebih padat (meningkatkan densitas partikel) dan teratur (menurunkan AR), berkat banyak goncangan antara aglomerat (yang juga bertanggung jawab atas pembesaran aglomerat ketika menginduksi penggabungan yang efisien). permukaan aglomerat yang lebih halus yang terdiri dari kristal yang lebih halus dapat diharapkan karena partikel yang lebih kecil akan menyebabkan kekasaran permukaan yang lebih kecil.
Hapus