Pertemuan sepuluh tentang " Hubungan Struktur, Sifat Fisika Kimia, dan ADE (Absorpsi, Distribusi, Eksresi)" Kelarutan dan laju disolusi obat pada saluran gastrointestinal merupakan parameter dalam mengendalikan absorpsi dan bioavaibilitas obat. Obat yang sulit larut air dan disolusi rendah dalam cairan gastrointestinal akan menghasilkan bioavaibilitas oral rendah sehingga peningkatan kelarutan dan laju disolusi menjadi tantangan. Salah satu upaya mengatasinya adalah dengan menurunkan ukuran partikel, tapi partikel kecil yang terbentuk berpotensi membentuk aglomerasi dan agregasi. Link youtube : https://youtu.be/ozhYHk7PwGc
Disebutkan pada video bahwa COX-1 memiliki peran fisiologis pada ginkal dan lambung, peran seperti apa yang dilakukan nya pada ginjal dan lambung
BalasHapusEnzim COX-1 terdapat pada keadaan normal (konstitutif), enzim ini akan mempertahankan fungsi fisiologik
Hapusjaringan tubuh yaitu lambung dan ginjal.
(Gambar 2) Aktifasi terhadap enzim ini
misalnya akan menyebabkan produksi
prostasiklin (PGI2) yang bersifat
anti trombogenik ketika dilepaskan
oleh endotel jaringan, sedangkan bila
dilepaskan oleh mukosa lambung akan
bersifat sitoprotektif terhadap mukosa
lambung. Begitu pula pada sistem
trombosit, dimana tromboksan A2 yang
di lepas akan menyebabkan agregasi
trombosit sehingga akan mencegah
perdarahan yang tidak diinginkan. Aksi
sitoprotektif prostaglandin mencegah
perdarahan, erosi dan ulkus diperankan
terutama oleh PGI2 dan PGE2 yang
mana akan mengurangi produksi asam
lambung dan menyebabkan vasodilatasi
dari mukosa lambung.
Prostaglandin ginjal berperan sangat
penting untuk pengaturan garam dan air
dan mempertahankan aliran darah ginjal.
Pengaruh OAINS pada ginjal adalah dapat
mempengaruhi keseimbangan elektrolit
dan kerusakan fungsi ginjal berupa nefritis
interstisialis atau nekrosis papilaris.